Hidup Di Tengah Ketidakadilan

Pada hari Jumat tanggal 04-10-2013 , saya pergi ke STAN mengambil kartu ujian untuk tes cpns Kemenkeu. Disana hadir seorang anak gadis , sepertinya dia baru pulang dari sebuah tes cpns yang lain, karena terlihat dari seragam yang dikenakannya ( putih - hitam ). Tergopoh - gopoh dia memasuki gedung G , untuk mengambil no.kartunya. Ia menuju meja no. 8 dengan penuh semangat yang membara dan berapi-api sebab dengan adanya  kartu ujian itu , itu merupakan kesempatan nya untuk dapat masuk lembaga kementerian itu. Dia berdiri mengantri untuk gilirannya. 

Ketika dia menyerahkan berkas nya seperti ktp, foto, ijazah dan transkrip nilai. Raut wajah panitia di meja no.8 kami itu berubah dan sepertinya tidak percaya dengan kejanggalan atau kesalahan. Hal itu ialah mengenai nama yang berbeda 1 huruf saja , nama yang berbeda antara KTP dan Ijazah. Kami memperhatikannya , si gadis ini disuruh melakukan konfirmasi oleh petugas meja no.8 ini, untuk menaiki panitia konfirmasi yang berada di podium.

Panitia konfirmasi kesalahan disana menjelaskan ekspresi menolak dia, sambil melambaikan tangan menandakan ia tidak boleh memohon, atau memberi alasan sedikit pun. Ia tertunduk , terpaku, dan wajahnya sangat merah, serta air mata mengalir deras. Ia berjalan menuruni tangga dan menuju ke pintu keluar. 

Hati yang terenyuh melihatnya, dan seperti firasat yang menyesakkan hati, saya mengejarnya. Tampaknya ia perlu ditemani, waktu itu sekitar pkl.10.30 wib. Saya mengejar dan mendapatkan pundaknya, seperti dia butuh sandaran. Dia menangis sejadi - jadinya, dan menjelaskan semua kronologisnya. 

Hal teraneh yang kita temukan ialah , ada juga orang yg mempunyai kisah atau cerita hampir sama tetapi mereka bisa diikutkan untuk ujian, dengan kata lain mereka mendapatkan no.kartu ujian. Sedih rasanya, saya memeluknya, dan mengelus pundaknya. Tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun. 

Setelah saya menenangkannya, dia menceritakan bahwa dia sangat kecewa, sebab orang tuanya pasti sangat kecewa dengan peristiwa itu. Kami membina komunikasi dengan sangat baik sampai sekarang ini. Hal teraneh ialah, di hari Jumat ketika peristiwa itu. Sang gadis ini juga mengambil kartu ujian di salah satu Badan cpns.

Praise the LORD, she got the "ticket". Saya percaya TUHAN pasti akan memberikan yang jauh lebih baik dari nya, saya katakan padanya , GOD will do the best and you just take a rest. Saat engkau mungkin ditolak dan ditinggalkan, ada rencana-NYA yang lebih baik dari itu.

Sang gadis ini pun mengurus semua berkas dan dokumen miliknya. Selalu ia berdoa, berharap, dan menantikan muzizat Yang Maha Kuasa. DIA yang tak pernah tidur, tak pernah terlelap, dan tak pernah membiarkan bahkan melupakan semua perjuangan.

Pengalaman berharga ini jadi pengalaman yang amat sangat berharga di dalam hidup saya pribadi. Kita tak pernah tahu apa rencana TUHAN dalam hidup kita, ketika sepertinya jalan yang kita tempuh itu ialah jalan buntu, tidak ada jalan keluar. Kita lupa bahwa kita tidak memandang ke atas, kita tidak memikirkan perkara - perkara yang diatas yaitu muzizat masih ada bagi orang yang percaya kepada-NYA.

Filipi 4:8 " Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu "


Komentar